...SELAMAT BERGABUNG DI BLOG PRIBADI SAYA...

Rabu, 09 Februari 2011

PENGARUH KONSEP DIRI TERHADAP KOMUNIKASI KELOMPOK

Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Penelitian yang dilakukan oleh Siska,Sudarjo dan Purnamaningsih (2003)tentang kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi interpersonal, menunjukkanbahwa konsep diri seseorang akan membentuk kepercayaan dirinya dan akanmempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonalny. Hal ini didukung denganpendapat Brooks (dalam Rakhmat, 2004) yang menyatakan suksesnya komunikasiinterpersonal banyak tergantung pada kualitas konsep diri seseorang, positif ataunegatif, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengankonsep dirinya. Konsep Diri yaitu pandangan dan perasaan seseorang tentangdirinya. Pesepsi tentang diri ini bisa bersifat psikologi, sosial dan fisiologis.Rakhmat (2004) berpendapat, bila seseorang kurang percaya diri dan memandang dirinya rendah dalam masyarakat, maka dia pun akan mengalami
hambatan saat melakukan komunikasi interpersonal dengan orang lain.

Ada lima ciri orang yang yang memiliki konsep diri negatif yaitu: tidak tahan kritikan,responsif terhadap pujian, tidak pandai mengungkapkan penghargaan atau
pengakuan pada kelebihan orang lain, merasa tidak disukai orang lain, dan
pesimis. Sebaliknya, orang yang memiliki konsep diri positif ditandai dengan lima
hal, yaitu; ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah, merasa setara dengan
orang lain, menerima pujian tanpa rasa malu, menyadari bahwa setiap orang
mempunyai berbagai perasan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya
disetujui masyarakat, serta ia mampu memperbaiki dirinya. Rakhmat (2004)
menambahkan bagaimana cara seseorang menghadapi orang lain dipengaruhi oleh
bagaimana ia memandang dirinya. Respon-respon interpersonal seseorang sering
merupakan refleksi dari kognisinya terhadap diri sendiri. Permasalahan utama
dalam komunikasi interpersonal adalah adanya rasa khawatir tentang respon atau
penilaian orang lain terhadap dirinya, yaitu mengenai apa yang disampaikan dan
bagaimana ia menyampaikannya.

Penelitian Fitzgerald (Somantri, 2006) menunjukkan bahwa reaksi dan
perlakuan keluarga serta lingkungan sosial disekitarnya merupakan salah satu
sumber frustasi bagi para penyandang tuna daksa, yang tidak jarang justru
berakibat lebih berat daripada cacat tubuh yang dialaminya. Keanekaragaman
pengaruh perkembangan yang bersifat negatif menimbulkan resiko bertambah
besarmya kemungkinan munculnya kesulitan dalam kemampuan komunikasi
interpersonalnya.

Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi antarpribadi, yaitu:
Karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya. Bila seseorang mahasiswa menganggap dirinya sebagai orang yang rajin, ia akan berusaha menghadiri kuliah secara teratur, membuat catatan yang baik, mempelajari materi kuliah dengan sungguh-sungguh, sehingga memperoleh nilai akademis yang baik.
Membuka diri. Pengetahuan tentang diri kita akan meningkatkan komunikasi, dan pada saat yang sama, berkomunikasi dengan orang lain meningkatkan pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman kita, kita akan lebih terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan baru.
Percaya diri. Ketakutan untuk melakukan komunikasi dikenal sebagai communication apprehension. Orang yang aprehensif dalam komunikasi disebabkan oleh kurangnya rasa percaya diri. Untuk menumbuhkan percaya diri, menumbuhkan konsep diri yang sehat menjadi perlu.
Selektivitas. Konsep diri mempengaruhi perilaku komunikasi kita karena konsep diri mempengaruhi kepada pesan apa kita bersedia membuka diri (terpaan selektif), bagaimana kita mempersepsi pesan (persepsi selektif), dan apa yang kita ingat (ingatan selektif). Selain itu konsep diri juga berpengaruh dalam penyandian pesan (penyandian selektif).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar